Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

Buku Literasi Digital Format PDF (Materi Pendukung GLN)

Selamat berjumpa kembali sahabat abahgunil.blogspot.com dimanapun berada Pada tulisan ini abah akan berbagi Buku Literasi Digital Format PDF (Materi Pendukung GLN) mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk para sahabat semua. Dapatkan Buku Literasi Digital sebagai materi pendukung Gerakan Literasi Nasional (GLN) dalam bentuk format PDF gratis pada link yang akan kami sematkan pada akhir pembahasan.

Sebagai tambahan informasi untuk sahabat semua, bahwa World Economic Forum telah menyepakati penguasaan 6 (enam) literasi dasar, antara lain; literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial dan literasi budaya dan kewargaan. Maka dari itu sebagai bangsa Indonesia kita perlu mengembangkan budaya literasi sebagai syarat kecakapan hidup pada abad ke-21 melalui pendidikan yang terintegrasi mulai dari keluarga, sekolah sampai kepada masyarakat. Maka penguasaan 6 literasi tidak hanya penting bagi peserta didik saja, melainkan penting juga bagi orangtua serta semua warga masyarakat.

Buku Literasi Digital Format PDF (Materi Pendukung GLN)

Kutipan Teks isi dari Buku Literasi Digital Materi Pendukung GLN

Pintu masuk untuk mengembangkan budaya literasi bangsa adalah melalui penyediaan bahan bacaan dan peningkatan minat baca anak. Sebagai bagian penting dari penumbuhan budi pekerti, minat baca anak perlu dipupuk sejak usia dini mulai dari lingkungan keluarga. Minat baca yang tinggi, didukung dengan ketersediaan bahan bacaan yang bermutu dan terjangkau, akan mendorong pembiasaan membaca dan menulis, baik di sekolah maupun di masyarakat. Dengan kemampuan membaca ini pula literasi dasar berikutnya (numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan) dapat ditumbuhkembangkan.

Untuk membangun budaya literasi pada seluruh ranah pendidikan (keluarga, sekolah, dan masyarakat), sejak tahun 2016 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggiatkan Gerakan Literasi Nasional (GLN) sebagai bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Layaknya suatu gerakan, pelaku GLN tidak didominasi oleh jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi digiatkan pula oleh para pemangku kepentingan, seperti pegiat literasi, akademisi, organisasi profesi, dunia usaha, dan kementerian/ lembaga lain.

Penting juga:

Pelibatan ekosistem pendidikan sejak penyusunan konsep, kebijakan, penyediaan materi pendukung, sampai pada kampanye literasi sangat penting agar kebijakan yang dilaksanakan sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat. GLN diharapkan menjadi pendukung keluarga, sekolah, dan masyarakat mulai dari perkotaan sampai ke wilayah terjauh untuk berperan aktif dalam menumbuhkan budaya literasi.

Buku Peta Jalan, Panduan, Modul dan Pedoman Pelatihan Fasilitator, Pedoman Penilaian dan Evaluasi, dan Materi Pendukung Gerakan Literasi Nasional ini diterbitkan sebagai rujukan untuk mewujudkan ekosistem yang kaya literasi di seluruh wilayah Indonesia. Penghargaan yang tinggi saya sampaikan kepada tim GLN dan semua pihak yang terlibat dalam penyusunan buku ini. Semoga buku ini tidak hanya bermanfaat bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selaku penggerak dan pelakunya, tetapi juga bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya membangun budaya literasi.

Selengkapnya untuk Bapak/Ibu yang ingin atau membutuhkan buku ini berikut silahkan anda download Buku Literasi Digital Format PDF (Materi Pendukung GLN) secara gratis melalui link yang abah sematkan dibawah ini. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk sahabat abahgunil.blogspot.com semua dimanapun anda berada. Sekian dan terimakasih.

Buku Literasi Digital (Materi Pendukung GLN) Format PDF

Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi HOTS Tahun 2018 Kemendikbud

Berikut ini abahgunil.blogspot.com membagikan Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi HOTS Tahun 2018 Kemendikbud sebagai pelengkap dokumen buku pada blog ini sekaligus sebagai referensi atau rujukan bagi Bapak/Ibu tenaga pendidik pada satuan pendidikan kurikulum 2013 dalam  hal penyusunan perencanaan dan pelaksnaan pembelajaran menjadi lebih baik lagi tentunya sehingga kualitas pendidikan di tanah air tercinta bisa semakin maju.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalu Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Pendidikan (Ditjen GTK) telah mengembangkan program pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau HOTS (Higher Order Thinking Skill). Hal ini dilakukan dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan kualitas lulusan. Pengembangan program ini mengikuti arah kebijakan Kemendikbud pada tahun 2018 dimana telah terintegrasi Penguatan Pendidikan Karakter dan HOTS.

Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi HOTS Tahun 2018 Kemendikbud


Peningkatan kualitas pembelajaran dengan berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi merupakan fokus guru dalam peningkatan kualitas peserta didik. Dalam hal ini maka guru membutuhkan buku pegangan yang memberikan keterampilan pengembangan pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Maka dengan adanya buku ini diharapkan dapat menunjang pemahaman guru dalam perencanaan serta pelaksanaan pembelajaran sehingga kualitas pendidikan meningkat menjadi lebih baik.

Berikut kami paparkan tentang tujuan dikembangkannya Buku Panduan Pembelajaran Berorientasi HOTS tahun 2018 yang akan menjadi pegangan guru dalam mengembangkan pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Antara lain adalah sebagai berikut;
  • Memberikan acuan kepada guru dalam mengembangkan pembelajaran berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi;
  • Memberikan acuan kepada kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik;
  • Memberikan acuan kepada pengawas sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik dan manajerial.
Sasaran penggunaan buku tersebut adalah sebagai berikut:
  • Guru Jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mata pelajaran adaptif dan normatif.
  • Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Produktif, Bimbingan Konseling (BK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) serta Pendidikan Luar Biasa (PLB).
  • Kepala Sekolah /Madrasah sebagai bagian Supervisi Akademik
  • Pengawas Sekolah /Madrasah sebagai bagian supervisi akademik dan manajerial

Konsep Berpikir Tingkat Tinggi

Keterampilan berpikir tingkat tinggi yang dalam bahasa umum dikenal sebagai Higher Order Thinking Skill (HOTS) dipicu oleh empat kondisi. Antara lain;
  • Sebuah situasi belajar tertentu yang memerlukan strategi pembelajaran yang spesifik dan tidak dapat digunakan di situasi belajar lainnya.
  • Kecerdasan yang tidak lagi dipandang sebagai kemampuan yang tidak dapat diubah, melainkan kesatuan pengetahuan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terdiri dari lingkungan belajar, strategi dan kesadaran dalam belajar.
  • Pemahaman pandangan yang telah bergeser dari unidimensi, linier, hirarki atau spiral menuju pemahaman pandangan ke multidimensi dan interaktif.
  • Keterampilan berpikir tingkat tinggi yang lebih spesifik seperti penalaran, kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan keterampilan berpikir kritis dan kreatif.
Baiklah selengkapnya langsung saja abah persilahkan berikut ini Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi HOTS Tahun 2018 Kemendikbud bisa didapatkan secara gratis pada link dibawah ini;

Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi HOTS 2018.pdf

Demikian informasi dari kami, semoga bermanfaat.

Baca Juga :

Buku Penilaian K13 Berorientasi HOTS (Higher Order Thinking Skills)

Sahabat abahagunil.blogspot.com dimanapun berada, pada edisi kali ini abah akan share Buku Penilaian K13 Berorientasi HOTS (Higher Order Thinking Skills) sebagai referensi bagi sahabat rekan-rekan tenaga pendidik pada satuan pendidikan yang sudah menerapkan Kurikulum 2013. Dengan keberadaan Buku ini, Bapak/Ibu Guru akan mempunyai bekal sehingga mampu melaksanakan kegiatan penilaian berbasis HOTS sehingga peserta didik terbiasa dengan soal-soal yang berorientasi kepada HOTS dan kemampuan berpikir kritisnya dapat terdorong.

Peran guru profesional dalam pembelajaran sangat penting sebagai kunci keberhasilan belajar peserta didik dan mengahsilkan lulusan yang berkualitas. Guru profesional adalah guru yang kompeten dalam membangun dan mengembangkan proses pembelajaran yang baik dan efektif sehingga dapat menghasilkan peserta didik yang pintar dan pendidikan yang berkualitas. Hal tersebut menjadikan kualitas pembelajaran sebagai komponen yang menjadi fokus perhatian pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan terutama menyangkut kualitas lulusan peserta didik.

Buku Penilaian K13 Berorientasi HOTS (Higher Order Thinking Skills)

Pengembangan pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS) merupakan program yang dikembangkan sebagai upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan meningkatkan kualitas lulusan. Program ini dikembangkan mengikuti arah kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang pada tahun 2018 telah terintegrasi Penguatan Pendidikan Karakter dan pembelajaran berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS).

Sama Penting : Modul Panduan Penyusunan Soal HOTS Format PDF

Peningkatan kualitas peserta didik salah satunya dilakukan melalui peningkatan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Kualitas pembelajaran juga perlu diukur dengan penilaian yang berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS). Sejalan dengan hal tersebut, maka diperlukan sebuah buku pegangan guru yang memberikan keterampilan penilaian pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas penilaian yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas lulusan peserta didik.

Dengan adanya Buku Pegangan Penilaian Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi ini diharapkan dapat menjembatani pemahaman para guru dalam hal penilaian pembelajaran lebih baik lagi sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas Pendidikan di Indonesia.

Baca Juga:

Penilaian Berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills)

Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Penilaian belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik yang meliputi aspek: sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian sikap dilakukan oleh pendidik untuk memperoleh informasi deskriptif mengenai perilaku peserta didik. Penilaian pengetahuan dilakukan untuk mengukur penguasaan pengetahuan peserta didik, sedangkan penilaian keterampilan dilakukan untuk mengukur kemampuan peserta didik menerapkan pengetahuan dalam melakukan tugas tertentu. Penilaian hasil belajar oleh pendidik ini bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan.

Penyempurnaan kurikulum 2013 antara lain pada standar isi diperkaya dengan kebutuhan peserta didik untuk berpikir kritis dan analitis sesuai dengan standar internasional, sedangkan pada standar penilaian memberi ruang pada pengembangan instrumen penilaian yang mengukur berpikir tingkat tinggi. Penilaian hasil belajar diharapkan dapat membantu peserta didik untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills /HOTS), karena berpikir tingkat tinggi dapat mendorong peserta didik untuk berpikir secara luas dan mendalam tentang materi pelajaran.

Penilaian berorientasi HOTS bukanlah sebuah bentuk penilaian yang baru bagi guru dalam melakukan penilaian. Tetapi penilaian berorientasi HOTS ini memaksimalkan keterampilan guru dalam melakukan penilaian. Guru dalam penilaian ini harus menekankan pada penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan yang bisa meningkatkan keterampilan peserta didik dalam proses pembelajaran berorientasi HOTS.

Buku pegangan ini dikembangkan dengan tujuan sebagai berikut:

  1. Memberikan acuan kepada guru dalam mengembangkan penilaian berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi;
  2. Memberikan acuan kepada kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik terhadap guru dalam melaksanakan penilaian berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi;
  3. Memberikan acuan pada pengawas sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik dan manajerial terhadap pelaksanaan penilaian berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi di satuan pendidikan.

Sasaran penggunaan buku ini adalah sebagai berikut:

  1. Guru Jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mata pelajaran adaptif dan normatif.
  2. Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Produktif, Bimbingan Konseling (BK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) serta Pendidikan Luar Biasa (PLB).
  3. Kepala Sekolah /Madrasah.
  4. Pengawas Sekolah /Madrasah.
Selengkapnya untuk sahabat semua yang belum memiliki atau tengah membutuhkan Buku Penilaian K13 Berorientasi HOTS (Higher Order Thinking Skills) dalam bentuk format PDF berikut ini abah hadirkan link untuk mengunduhnya. Semoga informasi maupun file yang abah share ini bisa bermanfaat dan sesuai dengan yang Bapak/Ibu perlukan. Sekian dan terimakasih

Buku Penilaian Berorientasi HOTS.pdf

Modul Panduan Penyusunan Soal HOTS Format PDF

Salam hangat sobat abahgunil.blogspot.com dimanapun anda berada. Selamat berjumpa kembali kali ini dalam informasi yang membahas tentang Modul Panduan Penyusunan Soal HOTS Format PDF dimana buku atau modul tersebut bisa menjadi pegangan Bapak/Ibu Guru terutama dalam penulisan soal HOTS (Higher Order Thinking Skill) sesuai dengan kurikulum 2013 edisi revisi terbaru. Silahkan dapatkan modul berbentuk pdf ini pada link yang tersedia dibawah.

Sebagaimana Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2013/2014 lalu. Kurikulum 2013 yang hadir menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP 2006) diterapkan secara bertahan pada satuan pendidikan dan kini pada tahun ajaran 2018/2019 sudah hampir seluruh satuan pendidikan menggunakan atau mengimplementasikan kurikulum 2013.

Melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah telah disusun progrram kegiatan pelatihan dan pendampingan bagi Guru dari sekolah yang akan menerapkan kurikulum 2013. Salah satu bentuk dari program tersebut yakni dilakukan pelatihan melalui modul penyusunan soal Higher Order Thinking Skill (HOTS). Adapun bagi Bapak/Ibu yang meskipun sudah menerapkan K13 tetapi masih memerlukan modul ini sebagai bahan pelatihan, kami sediakan filenya dan bisa anda miliki secara gratis.


Modul Penyusunan Soal HOTS Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2017

Pada modul ini terdapat 3 materi pokok yang telah dirancang sedemikian rupa dan disesuaikan dengan kebutuhan guru dalam penyusunan soal-soal HOTS. Adapun materi yang disajikan pada modul ini antara lain yakni pemaparan fokus dan uraian materi pada setiap materi pokok yang terletak pada awal penyajian materi dan diakhir dengan penugasan dan refleksi pada modul tersebut. Berikut adalah materi-materi pokok yang terkandung anatara lain:
  1. Pengertian dan Konsep Soal HOTS
  2. Peran Soal HOTS dalam Penilaian
  3. Strategi dan Implementasi Penyusunan Soal HOTS
Tujuan dari modul penyusunan soal HOTS untuk penilaian diantaranya yakni agar memberikan pemahaman kepada Guru tentang konsep soal HOTS. Kemudian tujuan lainnya agar guru dapat mengembangkan keterampilan dalam penyusunan butir soal HOTS. Disamping itu tujuan penyusunan modul soal HOTS ini agar pengambil kebijakan bisa memiliki pedoman dalam melakukan pembinaan dan sosialisasi tentang penulisan soal HOTS. Selengkapnya berikut ini filenya bisa langsung anda download.

Modul Penyusunan Soal HOTS (Higher Order Thinking Skill).pdf

Tak Kalah Penting: